Rabu, 16 Desember 2015

PETANI TEWAS TERTIMPA AKAR RUMPUN BAMBU





POLRES MAJALENGKA  – Pada hari rabu 16 desember 2015 jam 09.00 wib, Seorang petani bernama, Rasam bin Tarma (50) warga Blok Rabu, RT 02 RW 05, Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka tewas tertimpa pohon bamboo.




“Korban sedang mengambill batu yang berlokasi di blok Rebo RT 02 RW 05 Desa Payung dan pada saat batunya diambil, ternyata akar rumpun bambu tersebut bergerak dan menimpa korban kemudian korban tertimbun akar rumpun bambu yang sudah ditebang,” kata Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID SIK melalui Kapolsek Rajagaluh, AKP JAJA GARDAJA.

Kapolres mengungkapkan menurut keterangan medis dari dokter di Puskesmas Rajagaluh, korban mengalami luka lecet di pelipis bagian kanan, karena tertimbun kehabisan napas maka korban meninggal dunia di tempat.

“Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban menerimanya dan korban dikuburkan di pemakaman umum desa setempat,” pungkasnya


KAPOLSEK PANYINGKIRAN BANTU PASUTRI RENTA TUA YANG KESASAR DI MAJALENGKA MENCARI RUMAH ANAKNYA





POLRES MAJALENGKA - Pada hari Rabu 16 Desember 2015 sekitar jam 10.30 Wib, Kapolsek bersama anggota Bhabinkamtibmas membantu pasangan suami istri Kakek dan Nenek yang sudah pikun asal dari Karawang yang kesasar di kabupaten majalengka.

Kata Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, S.Ik melalui Kapolsek Panyingkiran AKP ROCHANI, SH mengatakan maksud tujuan pasutri kakek dan nenek ini datang ke Majalengka dengan maksud untuk mencari anaknya  yang tinggal di daerah Majalengka, namun untuk tepatnya pasutri tua tersebut tidak mengetahui alamat anaknya tinggal dimana, sehingga kakek nene tersebut menyusuri hingga di cigasong Kab majalengka. Pasutri kakek dan nene ini  sehari-harinya selama di majalengka mereka menginap  di mesjid cigasong sebab telah kehilangan dompetnya.

Pasutri tua  mengakui telah kehilangan dompet sehingga melanjutkan perjalanan dengan tujuan pulang ke darah kabupaten karawang dengan berjalan kaki, dan sesampai di desa karyamukti sedang beristirahat, lalu di antar oleh warga setempat  yang merasa iba melihat kekek dan nenek yang sudah renta berjalan kaki, kemudian di antarkanlah ke  Mapolsek Panyingkiran.

Pada saat ditanyai nama dan alamat oleh Kapolsek Panyingkiran AKP ROCHANI, SH pasutri tersebut tidak bisa dimintai keterangannya, pada saat menanyakan namanya sendiri tidak ingat jelas alias sudah pikun, yang mereka ingat hanya panggilan kakek dan nenek saja, namun untuk tempat tinggal meraka masih ingat bahwa mereka tinggal di daerah karawang.

Selanjutnya Kapolsek Panyingkiran AKP ROCHANI, SH mengarahkan kepada unit patroli BRIGADIR DEDE  dan BRIPDA YUMI untuk mengantarkan pasutri tua tersebut ke Bus dengan tujuan Karawang serta memberikan bantuan ongkos agar pasutri renta tersebut bisa sampai tujuannya di Kabupaten Karawang.

Kapolsek Panyingkiran AKP ROCHANI, SH mengatakan “dengan kejadian orang tua yang berpergian sendiri hingga kesasar mencari anaknya, apalagi untuk umur yang sudah rentan tua, diharapkan kepada keluarga supaya menjaga keluarga, sekali-sekali berkunjung kepada orang tua supaya kejadian ini tidak menimpa keluarga kita”

“Semoga pasutri tersebut bisa sampai selamat hingga rumahnya di kabupaten karawang.”

Minggu, 21 November 2010

Polres Majalengka Kurban 1 Sapi dan 41 Domba

Majalengka - Sebagaimana instansi lain yang menggelar ibadah kurban dengan memotong hewan kurban, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga, terutama kalangan kurang mampu, pada Idul Adha tahun ini jajaran Kepolisian Resor (Polres) Majalengka turut mengurbankan sapi sebanyak 1 ekor serta 41 ekor domba.

Sebelum dilakukan penyembelihan Kapolres Majalengka AKBP.Sony Sonjaya, S.IK secara simbolis menyerahkan hewan kurban kepada Wakapolres Kompol Syahirul Hatta, S.IK selaku Ketua Panitia Kurban.

Wakapolres Kompol Syahirul Hatta, S.IK, Rabu (17/11) menyebutkan, daging kurban tersebut dialokasikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Mapolres Majalengka serta masyarakat sekitar Wisma Bhayangkara.

Selain itu, daging kurban juga dibagikan kepada sejumlah panti serta yayasan di Majalengka yang jumlahnya mencapai 2 ribu. "Hewan kurban ini berasal dari Kapolres, para kabag, para kasat, serta para kapolsek di jajaran Polres Majalengka," ujar Syahirul.

Minggu, 07 November 2010

HARI KESATUAN GERAK BHAYANGKARI (HKGB)

Pada hari jumat 5 nopember 2010 polres majalengka melaksanakan kegiatan HKGB(hari kesatuan gerak bhayangkari) diawali acara dengan gerak jalan santai yang dilaksanakan diwilayah majalengka dengan diawali start dari polres majalengka dibuka start oleh Kapolres majalengka dengan Ibu ketua bhayangkari majalengka, rute yang ditempuh cukup lumayan menguras keringat mulai start dari Mako Polres Majalengka menuju pertigaan tonjong dilanjutkan kearah jalan majalengka jatiwangi, lanjut bunderan stm korpri menuju perempatan cigasong dan finish kembali di Mako Polres Majalengka.

Acara ini tidak hanya diikuti oleh ibu-ibu Bhayangkari saja namun keluarga juga anggota Polres Majalengka juga ikut andil, setelah melaksanakan giat gerak jalan santai dilanjutkan dengan acara senam bersama, balap karung , tarik tambang dan di akhiri oleh hiburan dan doorprize.

BINROHTAL

Demi meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota Polres Majalengka rutin melaksanakan BINROHTAL setiap hari kamis, juga disela-sela kesibukan anggota dalam melaksanakan tugas seluruh anggota anggota diwajibkan untuk mengikutinya.

Kebetulan waktu itu adalah Hari Kamis, seperti biasanya setiap hari kamis siang, seluruh Personel Polres Majalengka yang beragama islam di wajibkan untuk mengikuti kegiatan Binrohtal (Pembinaan Rohani dan Mental) di Masjid Polres Majalengka.

Perlu di ketahui juga bahwa dalam kegiatan Binrohtal ini disediakan absensi dan anggota wajib mengisi dan menandatangani Daftar hadir sesuai dengan Bag dan Sat serta Fungsi
Kegiatan semacam ini sudah lama di laksanakan oleh Polres Majalengka.

Namun ditengah tengah kesibukan itu, Alhamdulillah Polres Majalengka di bawah kepemimpinan Kapolres Majalengka AKBP SONY SONJAYA, Sik masih bisa menyempatkan diri untuk melaksanakan program binrohtal ini.

Kegiatan yang memakan waktu sekitar satu jam ini di awali dengan Ceramah Agama yang di sampaikan oleh Ustadz yang di undang khusus untuk memberikan pencerahan kepada segenap anggota polres Majalengka dan dilanjutkan dengan mengumandangkan . ASMAUL HUSNA (Nama-Nama Allah Yang Baik).

Semoga kegiatan semacam ini membawa dampak positif bagi kita semua amien.

Kamis, 16 Juli 2009

POLSEK LEMAHSUGIH SOSIALISASIKAN KEPUTUSAN MK TERKAIT PILPRES.

Masyarakat dan bangsa ini mengharapkan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) untuk menentukan Calon Presiden dan Wakil Presiden di Tahun 2009 ini berjalan dengan langsung, Umum , bebas, rahasia (luber) serta jujur, adil (jurdil) dan aman, damai, sehingga rakyat bisa menyalurkan haknya lewat suara yang mereka berikan untuk calon pemimpin bangsa dimasa mendatang tentunya semua itu bisa terwujud ketika elem di masyarakat ini bekerjasama untuk mensukseskan Pilpres ini.

Seperti yang diungkapkan Kapolsek Lemahsugih AKP Sudiro di sela-sela kesibukannya mensosialisasikan keputusan mk (Mahkamah Konstitusi), mengatakan pada Pilpres Tahun 2009 yang dilaksanakan tanggal 8 Juli ini, pihak Polsek Lemahsugih menurunkan 14 personil, serta 9 Personil dari BKO dari Polres Majalengka, untuk pengamanan Pilpres ini serta berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak Kecamatan, PPK, Panwaslu, Kepala Desa serta melibatkan pemuda dan masyarakat dan alhamdulillah dalam sosialisasi ke tiap Desa ini masyarakat meresfon dengan fositif dan mereka berantusias untuk menggunakan hak pilihnya di Pilpres ini, walaupun dengan keterbatasan personil, karena satu anggota harus bertanggungjawab untuk 3-4 TPS, tapi walau demikian dalam pengamanan ini kami bekerja dengan maksimal di setiap Desa di tempatkan 1 sampai 2 personil Polri, ungkapnya.

Kapolsek AKP Sudiro juga menambahkan di kecamatan Lemahsugih ini memberikan perhatian khusus kepada dua Desa yaitu Desa Kepuh dan Mekarwangi karena di dua Desa tersebut ada semacam aliran yang dinamakan aliran Pilah, tetapi dengan koordinasi dan bekerjasama yang baik antara Kapolsek dengan Muspika melakukan sosialisasi dan pendekatan dari hati ke hati, alhamdulillah mereka respon dan siap berpartisipasi dalam menggunakan haknya di Pilpres ini, Kapolsek AKP Sudiro juga menghimbau kepada masyarakat, siapapun nanti yang akan menjadi pemimpin bangsa ini , tidak saling hujat dan saling memprovokasi sehingga harapan pemilu ini aman dan damai bisa terwujud.

Rabu, 24 Juni 2009

MASYARAKATKAN PROGRAM MASDARKAM VIA RADIO

Kapolsek Cigasong, AKP A. Anwar Mustofa

Guna memasyarakatkan program masyarakat sadar kamtibmas (Masdarkam) AKP. A. Anwar Mustofa (46) sebagai Kapolsek Cigasong, tidak henti-hentinya melakukan penyuluhan kepada masyarakat melalui kumpulan / kelompok masyarakat yang ada seperti kumpulan ibu-ibu Majelis Taklim, kelompok tukang Ojeg, kelompok Tukang Becak, sopir Angkot dan lainnya guna menghasilkan suasana yang kondusif dan aman di masyarakat.

Disamping rajin memberikan penyuluhan langsung ke masyarakat, ia juga mencoba untuk melakukan penyuluhan via radio terdekat dengan kantor Polsek Cigasong yakni di Radio Stara 106.9 FM. Diradio tersebut menurutnya dalam setiap pekan ia ikut menyisipkan program yang isinya himbauan-himbauan terkait dengan program Masdarkam. Ia beralasan melalui media radio maka penyuluhan akan sangat efektif karena menjangkau semua lapisan masyarakat dan semua kawasan.

" Setiap pekan saya melakukan talk show untuk memberi penyuluhan hukum, dan saya merasa senang karena akhirnya saya jadi merasa dekat dengan masyarakat sekaligus dengan crew-crew Radionya " Ungkapnya.

Sebagai abdi Negara yang punya tugas pokok sebagai pengaman Negara dan pengayom Masyarakat AKP. Anwar berharap dengan himbauan dan penyuluhan yang rutin dilakukan akan memberikan dampak positif, diantaranya masyarakat tidak terjebak dengan permasalahan-permasalahan yang ada, tidak terlibat tindak kriminalitas dan Narkoba serta penyakit masyarakat lainnya.

" Jika masyarakatnya tentram dan nyaman, maka kondisi juga akan kondusif, dan untuk memulainya maka harus dari diri sendiri, kemudian lingkungan keluarga dan masyarakat luas," terangnya.

Untuk menanamkan kesadaran tersebut ia menilai para abdi negara adalah orang yang tepat, untuk terus mengingatkan dan menyadarkan masyarakat via penyuluhan-penyuluhan baik secara langsung maupun tidak langsung, tegasnya.