POLRES MAJAENGKA - Pada
hari minggu 20 maret 2016 jam 07.30 wib brtempat di alun-alun majalengka dilaksanakan
aksi dari Gema Pembebasan (Gerakan Mahasiswa Pembebasan) Majalengka, bentuk
protes terhadap Densus 88 yang dianggap telah melakukan aksi brutal, salah
tangkap.
Puluhan mahasiswa
menggelar aksi mengecam Densus 88 Anti-Teror. Mereka mendesak Densus 88 segera
dibubarkan karena dinilai sering bertindak di luar kewenangan yang akhirnya
menghilangkan nyawa seseorang yang belum tentu bersalah.
Mereka mengecam
berbagai tindakan Densus dalam menangani target operasinya yang seringkali
berujung pada kematian sebelum sampai ke pengadilan untuk membuktikan salah
benarnya seseorang dalam sebuah perkara hukum.
Kapolres Majalengka AKBP YUDHI
SULISTIANTO WAHID, S.Ik. melalui Kapolsek
Majalengka Kota AKP H YAHYA, Selaku korlap dan penanggung
jawab aksi yaitu sdr. GUN GUN GUMILAR. Bentuk aksi berupa Bentang spanduk dan
poster diiringi dan pembagian pamflet, dengan alat peraga berupa bendera,
poster dan spanduk.
Aksi dari Gema
Pembebasan Majalengka tersebut mendapat pengawalan dan pengamanan dari personel
Sat Sabhara Polres majalengka, dan personel Sat lantas Polres Majalengka guna
menjaga kenyamanan masyarakat. Dilaksanakannya aksi protes dari gerakan mahasiswa
pembebasan majalengka sebagai bentuk
protes terhadap Densus 88 yang dianggap telah melakukan aksi brutal, salah
tangkap, hingga berujung kematian yang menimpa masyarakat (tindakan extra
judicial killing) dan telah memakan banyak korban jiwa tak bersalah. Tajuk aksi
yaitu "Densus 88 algojo AS kafir
penjajah dzalim dan biadab kepada umat islam, bubarkan dan adili!".
Aksi tersebut dilaksanakan
bertepatan dengan hari minggu yang mengambil moment car free day di alun-alun majalengka
dengan tujuan pesan moral yang disampaikan bisa langsung didengar oleh
masyarakat bnyak.
“Kegiatan penyampaian aspirasi tersebut selesai hingga jam 08.20
wib, dan berjalan aman tertib serta kondusif.” Ungkap Kapolsek
Majalengka Kota AKP H YAHYA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar